Dahulu Curug Bojong bernama CURUG SAWANGAN, menurut cerita kenapa dinamai curug sawangan dikarenakan suatu saat nanti Curug Sawangan akan menjadi tempat tujuan semua suku bangsa dari Ras atau Suku baik dalam negeri maupun Manca negara.
Alasannya adalah dikarenakan penghuni yang ada di Curug Bojong adalah seorang warga negara Asing yang sudah muslim dengan gelar Kiyai yaitu "Kiyai Mangun Jantra". Seiring dengan waktu nama Curug Sawanganakhirnya berganti nama menjadi Curug Bojong, dikarenakan aliran sungai Curug Bojong berasal dari kampung Bojong dan masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama "CURUG BOJONG"
Wana wisata ini dibuka bukan karena Inisiatif Pemerintah Melainkan atas Gagasan Masyarakat yang bernaung dalam Wadah LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran. LMDH adalah merupakan Lembaga Sosial control Masyarakat, Pemerintah Desa dan juga sebagai Mitra Kerja Perum Perhutani. Pembukaan dan Penataan Lokasi dimulai Pada Tanggal 01 September 2013, dan sudah Mendapat ijin Resmi dari Administratur(ADM) KPH Ciamis. Pembukaan dan Penataaan lokasi dilakukan dengan cara Swadaya/gotong royong dan inilah yang merupakan khas dari Budaya masyarakat desa Sukahurip.
Alasannya adalah dikarenakan penghuni yang ada di Curug Bojong adalah seorang warga negara Asing yang sudah muslim dengan gelar Kiyai yaitu "Kiyai Mangun Jantra". Seiring dengan waktu nama Curug Sawanganakhirnya berganti nama menjadi Curug Bojong, dikarenakan aliran sungai Curug Bojong berasal dari kampung Bojong dan masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama "CURUG BOJONG"
Wana wisata ini dibuka bukan karena Inisiatif Pemerintah Melainkan atas Gagasan Masyarakat yang bernaung dalam Wadah LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Desa Sukahurip Kecamatan Pangandaran. LMDH adalah merupakan Lembaga Sosial control Masyarakat, Pemerintah Desa dan juga sebagai Mitra Kerja Perum Perhutani. Pembukaan dan Penataan Lokasi dimulai Pada Tanggal 01 September 2013, dan sudah Mendapat ijin Resmi dari Administratur(ADM) KPH Ciamis. Pembukaan dan Penataaan lokasi dilakukan dengan cara Swadaya/gotong royong dan inilah yang merupakan khas dari Budaya masyarakat desa Sukahurip.

Post a Comment